<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093</atom:id><lastBuildDate>Tue, 13 Oct 2009 20:40:36 +0000</lastBuildDate><title>Embun Pagi</title><description></description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>59</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-8371484594377694541</guid><pubDate>Mon, 02 Feb 2009 11:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-02T18:22:01.610+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cinta</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Renungan</category><title>Berbagi Cinta</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sebuah kisah penuh makna mengenai berbagi, yang dikutip dari majalah Garuda edisi Januari 2009, semoga kisah ini dapat berguna bagi kita semua dalam menyelami makna berbagi cinta.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Berbagi Cinta&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila ada ajakan untuk berbagi, apa yang ada di pikiran Anda? Mungkin berbagi dana, berbagi pakaian layak pakai, sembako, susu, atau berbagi makanan. Ya, semua jawaban niasanya dalam bentuk materi. Itu mungkin karena di kepala kita telah tertancap ide-ide materialistic yang sudah mengglobal: mengukur segala sesuatunya dengan material dan kasat mata. Pengalaman nyata dari ayah angkat saya mungkin bisa menjadi pelajaran bahwa berbagi tidaklah mesti berbenruk materi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun ayah angkat saya punya kebiasaan berkeliling ke berbagai panti asuhan dan rumah anak yatim. Kunjungan biasanya dilakukan dua kali, yaitu awal amadhan dan akhir Ramadhan. Kunjungan pertama adalah survey untuk mengetahui kebutuhan panti asuhan atau rumah yatim. Kunjungan kedua membawa bantuan sesuai dengan kebutuhan yang dipperlukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika berkunjung ke salah satu rumah yatim, ayah angkat saya bertemu dengan seorang bocah manis dan lucu. Dia masih sekolah kelas nol besar.&lt;br /&gt;“Siapa namamu, nak?” sapa ayah saya.&lt;br /&gt;“Nama saya Nina, Om,” jawabnya manja.&lt;br /&gt;“Nina sudah punya sepatu baru?” Tanya ayah saya.&lt;br /&gt;“Sudah, om, dikasih Abah (pemimpin panti). Nina juga sudah punya baju baru,” urai Nina.&lt;br /&gt;“Kalau begitu Nina mau apa?” Tanya ayah saya.&lt;br /&gt;“Nggak ah… ntar Om marah,” jawab Nina.&lt;br /&gt;“Nggak sayang, Om nggak akan marah,” ayah saya menimpali.&lt;br /&gt;“Nggak ah… ntar Om marah,” Nina mengulang jawabannya.&lt;br /&gt;Ayah saya berpikir, pasti yang diminta Nina adalah sesuatu yang mahal. Rasa keingintahuan syah saya semakin menjadi. Maka dia dekati lagi Nina.&lt;br /&gt;“Ayo, nak, katakana apa yang kamu minta saying,” pinta ayah saya.&lt;br /&gt;“Tapi janji, ya, Om tidak marah?” jawab Nina manja.&lt;br /&gt;“Om janji tidak akan marah saying,” tegas ayah saya.&lt;br /&gt;“Benar Om nggak akan marah?” sahut Nina agak ragu.&lt;br /&gt;Ayah saya menganggukkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nina menatap tajam wajah ayah saya. Sementara ayah saya berpikir, ‘Seberapa mahal sih yang bocah kecil ini minta sampai dia harus meyakinkan bahwa saya tidak akan marah?’ Sambil tersenyum Ayah mengatakan, “Ayo, nak, katakana, jangan takut, Om tidak akan marah Nak.”&lt;br /&gt;“Benar ya Om nggak marah?” ujar Nina sambil terus menatap wajah ayah saya.&lt;br /&gt;Sekali lagi ayah menganggukkan kepala. Dengan wajah berharap-harap cemas, Nina mengajukan permintaannya, “Mmmm, boleh gak mulai mala mini saya memanggil Om dengan panggilan Ayah? Nina sedih gak punya ayah”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban itu, Ayah saya tak kuasa membendung air matanya. Segera dia peluk Nina.&lt;br /&gt;“Tentu anakku.. tentu anakku… mulai hari ini Nina boleh memanggil Ayah, bukan Om”.&lt;br /&gt;Sambil memeluk erat ayah saya, dengan terisak Nina berkata, “Terima kasih ayah… terima kasih ayah.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari itu adalah hari yang takkan terlupakan buat ayah saya. Dia habiskan waktu beberapa saat untuk bermain dan bercengkrama dengan Nina. Karena merasa belum memberikan sesuatu berbentuk material kepada Nina, sebelum pulang Ayah bertanya lagi pada Nina, “Anakku, sebelum lebaran nanti ayah akan dating lagi kemari bersama ibu dan kakak-kakakmu. Apa yang kamu minta nak?”&lt;br /&gt;“kan udah tadi, Nina sudah boleh memanggil ayah,” jawab Nina.&lt;br /&gt;“Nina masih boleh minta lagi sama ayah, Nina boleh minta sepeda, otoped atau yang lain, pasti Ayah kasih,” jelas Ayah saya.&lt;br /&gt;“Nanti kalau ayah dating sama ibu ke sini, aku minta Ayah bawa foto bareng yang ada Ayah, Ibu dan kakak-kakak Nina. Boleh kan, Ayah?”&lt;br /&gt;Nina memohon sambil memegang tangan Ayah, Tiba-tiba kaki Ayah lunglai. Dia berlutut di depan Nina. Dia peluk lagi Nina sambil bertanya, “Buat apa foto itu, nak?”&lt;br /&gt;“Nina ingin tunjukkan sama temen-temen Nina di Sekolah, ini foto ayah Nina, ini Ibu Nina, ini kakak-kakak Nina,”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ayah saya memeluk Nina semakin erat, seolah tak mau berpisah dengan gadis kecil yang menjadi guru kehidupannya di hari itu.&lt;br /&gt;Terima kasih, Nina. Meski usiamu masih belia kau telah mengajarkan kepada kami tentang makna berbagi cinta. Berbagilah cinta, maka kehidupan kita akan lebih bermakna. Berbagilah cinta agar orang lain merasakan keberadaan kita di dunia.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-8371484594377694541?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2009/02/berbagi-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-6341915011414120709</guid><pubDate>Mon, 05 Jan 2009 02:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-05T09:21:09.156+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cerpen</category><title>Terompel</title><description>&lt;div align="left"&gt;TEROMPET&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Cerpen Ahmad Surkati AR&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang memberi nama alat itu dengan kata ‘terompet’. Mungkin suaranya pet pet pet, sehabis dijejali angin yang tercekek. Melihat pipi gembung milik anak ingusan di tengah jalan berdebu, Undal meyakini alat itu ditiup karena satu sebab. Matanya menatap tajam anak dekil berbaju rombeng tengah asyik mengulum ujung dasar benda yang terbuat dari kertas itu. Dia berkali kali meniup keras, tapi suara yang keluar selalu saja kalah nyaring beradu dengan berbagai terompet milik anak lainnya yang ramai lalu lalang naik mobil, atau motor, juga ada diantaranya jalan kaki. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Undal tersenyum, dia yakin jika anak itu menikmati rasa asin kertas yang sudah berlumuran air ludahnya sendiri, atau mungkin ludah orang sebelumnya.“Mengapa kamu meniup kertas ini?” Kata Undal seraya sok akrab menjamah terompet yang kondisi bentuknya tidak rapi lagi.“Aku menemukannya terinjak di jalan ini.” Mata anak itu memperhatikan sesaat sosok yang menyapanya, kemudian melempar pandangan ke jalan yang kini bertambah ramai.“Dari tadi aku memperhatikanmu, mengapa kamu mau meniup terompet yang bunyinya tidak nyaring ini. Kau dengar punya mereka, tidakkah suaranya memekakkan telinga? Tangannya menunjuk ke sebuah mobil, di dalamnya dua gadis remaja ceria bermain terompet yang berhias warna warni. Terompet itu ditiup dan diarahkan kepada orang yang dilewati. Seperti memberi tahu jika malam ini adalah malam bermain terompet.“Aku sebenarnya ingin seperti mereka, naik mobil, meniup terompet yang bagus dan suaranya nyaring. Terompet ini tidak seperti punya mereka. “ Katanya lesu seraya memandangi nanar geliat malam yang tidak biasanya.“Baiklah, aku paham. Kamu meniup benda ini karena ikut ikutan mereka. Jika mereka tidak datang dengan keadaan membawa terompet, pastilah kamu tidak akan keluar dari tempatmu. Dari persembunyianmu.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Undal menghela nafas panjang. Diam. Menarik lagi lebih dalam, seakan ingin menyimpan udara lebih banyak di dada, persedian menghadapi kejadian selanjutnya.“Malam apa ini?” Tanya Undal kebingungan, Ada rasa gugup menjalar di dadanya. Dia belum mendapatkan jawaban memuaskan dari anak tadi. Bergelayut tanya pada gerak memanjang manusia yang kompak membawa terompet, bertanda kejadian itu tidak biasanya. Tidak ditemukan pada malam sebelumnya.“Nak, kamu lebih baik pergi dan bersembunyi. Menurut firasatku, akan terjadi sesuatu yang boleh jadi membahayakan tubuhmu. Cepat naik!.” Pinta Undal. Di matanya, arus manusia yang membanjir kini telah memenuhi jalan raya. Dia takut jika anak kecil itu tenggelam dalam gelombang manusia lalu terinjak-injak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Undal kemudian berlalu dari anak yang tidak mau ambil pusing dengan ketakutannya. Dia berjalan tergesa, mengikuti arus manusia yang menuju arah Utara kota. Tempat itu sepertinya menjadi tujuan orang orang yang sibuk di malam ini. Tempat berkumpul dengan tujuan yang barang kali sama. Tapi apa mungkin mereka disatukan oleh keinginan. Apa yang membuat orang orang menjadi bergerak menuju satu tempat. Berbagai tanya itu memicu langkah Undal menuju tempat yang sama. Dia ingin tahu apa yang terjadi di sana.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sambil berjalan, dia berusaha memahami berbagai kejadian yang terasa janggal di matanya. Menurutnya, pasti ada kekuatan besar dari tempat itu yang bekerja menyedot orang orang. Bahkan yang aneh, Undal melihat wajah wajah itu bersuka cita, gembira. Tersenyum dan tertawa. Undal memperhatikan sepasang anak muda yang naik motor laki. Gadis mendekap erat pasangannya. Duduknya agak nakal. Motor berjalan pelan, sejajar dengan langkah Undal.“ Hai, kawan. Nih, ambil terompet. Tiup keras keras. Kami sudah meniupnya.” Kata gadis seraya melempar benda itu ke Undal. Undal tergagap. Dia tidak siap menerima perintah meniup terompet. Dia belum paham untuk apa meniup terompet. Ada jengkel merasuk hatinya, kenapa gadis itu menyuruh dia yang meniup terompet. Apakah karena alasan malas, lalu memaksa orang lain yang mengerjakannya. Walaupun demikian, Undal tidak tega membiarkan benda itu jatuh dan terinjak. Dengan tangkas tangannya menangkap terompet itu.“Kita berbagi gembira dan nikmat malam ini.” Tandasnya dihiasi ketawa cekakak cekekek sambil melaju. Tak lupa melambaikan tangan.“Daahh…..” Undal masih diliputi kebingungan. Sempat matanya menangkap begaimana erat kedua tubuh itu berdempetan di atas motor. Asap mengepul. Debu berterbangan. Suara hiruk pikuk membahana ke langit. Tidak jelas lagi, apakah gelap malam ini semakin hitam karena larut malam atau karena pencemaran.Tidak lama berselang, setelah pasangan muda tadi hilang dibalik gerombolan orang orang, Kuping Undal dikejutkan suara pet…..pet….pet. Beberapa lelaki di atas pick up berlomba meniup terompet sambil mencari sasaran untuk diberi kejutan. Namun ada yang tidak dapat diterima Undal, mereka seakan bangga dengan ulah yang cenderung mengganggu itu. Ingin dia membalas dengan meniup terompet di tangannya, tapi urung karena mobil itu tidak terkejar oleh kakinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Bunguuul…..!’ Kata itulah yang akhirnya terucap. Terlintas juga keinginan melempar mereka dengan terompet yang ada di tangan kanannya. Memang lumayan berat karena terbuat dari plastik. Bisa membuat bincul kepala. Tapi karena merasa sayang, akhirnya dia memilih menyumpah.Undal menimang nimang benda itu. Terbayang wajah anak ingusan tadi. Batinnya, anak itu pasti senang jika mendapatkan terompet yang nyaring bunyinya, seperti terompet yang ada di tangannya. Dia memandangi sekali lagi terompet itu. Warnanya merah . Warna yang menarik untuk anak kecil, juga mungkin gadis tadi. Undal memperhatikan dengan seksama, ada basah di ujungnya. Pasti sisa air liur si gadis. Tapi Undal tidak berani mencium baunya, apalagi memasukannnya ke mulut, kemudian menghembuskan angin melalui jalan yang sengaja dibuat kecil. Mungkin karena jalan angin dibuat kecil, maka suara yang keluarpun terdengar nyaring dan terhimpit. Ya, seperti barangkali suara kentotlah.“Untung saja aku belum meniupnya.” Sepintas ada senyum mengambang di sudut bibirnya. Dalam otak Undal, muncul pemahaman kalau orang orang yang membuyikan terompet itu seperti akan membuang hajat. Namun sebelumnya harus dilalui oleh aksi buang angin busuk.“ He he.. Apa benar kesimpulanku ini.” Gumam Undal gamang, bibirnya masih digelayuti senyum, tapi senyum yang kini membias garis kecut. Malam merangkak. Bagai bayi tua. Kehadirannya begitu saja. Seperti dulu. Tidak ada yang berubah. Kecuali geliat yang tercipta. Sesuatu yang bertingkah. Sesekali Undal menatap kelam malam, dia mencari bintang yang entah di mana. Bulan pun gaib. Malam yang menyimpan misteri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bukk! Tiba tiba tubuhnya menabrak sesuatu. Tubuh Undal hampir oleng. Sesaat dia memperhatikan benda yang bersentuhan dengannya. Oh, ternyata dia bertabrakan dengan tubuh seorang wanita yang kini berusaha kuat untuk bangkit.“Saudara buta ya. Masa tidak melihat tubuh sebesar ini.” Kata Wanita terbilang manis itu setelah berhasil berdiri.. Dia kemudian membenahi dirinya, mematutkan pakaian yang dikenakannya. Mungkin dia mengira diantara pakaian yang menutupi tubuhnya ada yang tersibak. Undal serius memperhatikan wanita di depannya. Dia ingin menolong, tapi tidak tahu bagaimana caranya.“Tuhan menciptakan mata untuk melihat ke depan. Makanya mata itu letaknya di wajah bukan di belakang kepala, tahu?” Tukasnya sewot sambil sekali lagi mengibas ngibaskan baju. Maksudnya mungkin menghilangkan debu. Undal memperhatikan dengan seksama wajah wanita yang berparas cantik.“Apa liat liat?” Hardiknya. Undal terkejut.“ Saudara mau meyakinkan mata, jika yang saudara tabrak tadi adalah gadis cacat. Saya katakan, Tubuh ini memang cacat. Nih, lihat mata ini.” Katanya seraya menyibak rambut dan mendorong wajahnya ke muka. Undal menemukan mata itu memang cacat, seperti ada sesutau yang menutupi bola matannya. Kosong.“Maaf. Tadi betul betul tidak sengaja. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Khilaf. Fokus mataku memang tadi tidak di depan. Ada yang menarik di atas sana he he…” Kata Undal jujur. Berusaha akrab. Dia bertambah yakin jika gadis ini buta, setelah dia melihat sebatang tongkat di tangan kanannya.“Tidak masalah. Saya maafkan saudara. Sudah biasa ditabrak dan menabrak. Tapi mungkin lebih banyak menabrak. Maafkan saya bila tadi sempat marah.” Gadis itu kemudian menghadap kembali arah jalur orang orang pergi. Ke satu tempat, di mana orang orang seperti tersedot.“Anda juga mau mengikuti orang orang itu?” Tanya Undal berusaha menyusul. Gadis itu diam sebentar. Kemudian berjalan beriringan dengan langkah Undal.“Saudara pahamkan jika latarbelakang hidup kita berbeda. Saya belum mengenal saudara, begitu juga gemuruh terompet ini sebenarnya tidak menarik. Mungkin yang membuat saya tertarik adalah apa yang disuarakan hati ini, bahwa akan terjadi sesuatu. Kejadian itulah yang menarik aku melangkah. Aku berusaha mengetahuinya dengan caraku sendiri.” Jelas gadis itu seraya menunggu komentar Undal. Dia memiringkan kepalanya, seperti ingin mendengar suara Undal.“Aku juga menduga akan terjadi sesuatu. Tapi yang tidak kumengerti mengapa orang orang berirama, kompak, dan seperti ada yang memimpin berjalan ke arah sana. Dan yang aneh mengapa mereka meniup terompet.” Berkata seperti itu, Undal memandang terompet yang kini berada di tangan kiri. Dia mengusup ujung terompet, pemberian sepasang pemuda tadi. Melintas lagi keinginan untuk mengetahui bunyinya, tapi Undal takut meniupnya.“Jangan bingung! Terompet itu mengeluarkan bunyi. Seperti kita berbicara, menyampaikan maksud melalui suara mulut, mengirim pesan dengan isyarat. Terompet hanyalah alat. Dia bisa menjadi bagian dari musik. Dia juga bisa menjadi tradisi.” Undal merusaha memahami arah bicara gadis yang mengenakan baju hitam.“Fenomena ini tidak perlu menguras otak. Pikirkan saja mengapa kamu berbicara. Mulutmu itu adalah terompet.” Sambungnya lagi, membuat Undal semakin bernafsu meniup terompet di tangannya.“Tahukah kamu jika aku sekarang ini memegang sebuah terompet.” Undal menawarkan hal lain. Maksudnya meski Undal memiliki terompet seperti kebanyakan orang orang namun dia berbeda. Tidak meniupnya.“Mengapa saudara tidak meniupnya? Tidakkah terompet itu untuk ditiup.” Tanya gadis.“ Aku memang tergoda untuk membunyikannya. Tapi aku tidak akan melakukannya, karena aku belum punya alasan untuk meniupnya. Nanti terompet ini akan kukasihkan saja kepada seorang anak yang tadi berjumpa denganku. Kurasa dia punya alasan meniup terompet. Ya setidaknya, dia ingin mendengar bunyi terompet yang nyaring. Tidak seperti miliknya” Undal melempar pandangan ke orang orang yang semakin memadati jalanan. Dia tidak yakin jika anak ingusan itu sudah bersembunyi, seperti yang dimintanya. Bagaimana mungkin dia mau bersembunyi, sementara orang orang keluar dari rumah rumah yang menyembunyikan mereka selama ini. Undal diserang gundah.“Maaf, apakah kamu mengetahui alasan khusus mereka meniup terompet? Undal bertambah panasaran.“Baiklah, tapi ini sekedar pendapatku saja. Jangan saudara hiraukan benar tidaknya. Saya hanya bisa menduga. Saudara harus ingat, pendapatku ini berasal dari kesimpulan yang terbatas. Dan yang pasti, jangan saudara lupakan jika saya memiliki kekurangan. Mataku buta. Kata orang, mata buta tidak bisa melihat. Ya, mataku ini memang tidak bisa melihat. Namun….saudara boleh percaya boleh tidak, jika saya bisa memahami sepenuhnya alasan mereka meniup terompet.”“Nah, jawaban inilah yang kutunggu tunggu. Katakan cepat!” Undal tidak sabar. Tidak terasa mereka berdua sudah jauh melibatkan diri dalam arus manusia yang bagaikan robot berjalan tertatih tatih ke arah lapangan besar di ibu kota.“Mereka akan mendemo penguasa langit!” Tandasnya dengan suara dingin.“Apa iya?” Undal dibuatnya terperanjat. Gadis itu kemudian memberitahu jika telinganya mampu menguak gemuruh dada si peniup terompet, sebelum berubah menjadi angin yang terhimpit di ujung moncong terompet. “Bahkan menurut pendengaranku, bunyi bunyi terompet saat ini kebanyakan memaksa Tuhan agar tetap menggelar hidup selanjutnya. Meskipun tetap dalam kesengsaraan, peperangan, musibah, dan mungkin juga kebahagian yang semu.” Gadis buta ini kemudian merinci jika terompet kebanyakan dibunyikan dalam keterpaksaan. Terpaksa karena mereka tidak mengerti untuk apa meniup terompet. “Boleh saja mataku buta, tapi hatiku tidak akan kubuat buta.” Usai berkata itu, gadis yang belum diketahui namanya itu kemudian larut dalam gelombang manusia. Undal kehilangan jejak.Susah payah Undal mencari gadis buta tadi. Terlebih ketika waktunya sudah tiba. Saat orang orang seperti dikomando membunyikan terompet dan membakar kertas yang berbunyi ledakan terang benderang di atas langit.“Mereka betul betul melakukannya.” Ucap Undal lirih ditingkahi mulutnya juga meniup terompet.“Pet… pet…. pet….” Undal kecewa. Bunyinya tidak nyaring.@ Selamat Tahun Baru 2009! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-6341915011414120709?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2009/01/terompel.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-5148601914368025903</guid><pubDate>Mon, 05 Jan 2009 02:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-05T09:10:52.111+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Renungan</category><title>Renungan Tahun Baru 2009</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_omIrUfbA_Nw/R4ejt0x2gwI/AAAAAAAAAA4/HLCMx-o8p6Y/s1600-h/A003.JPG"&gt;&lt;/a&gt;Umur adalah hidup kita. Bagaimana kita bisa mengingkarinya karena dia melekat dalam tubuh. Orang banyak yang tidak memahami untuk apa dia diberi oleh Allah umur panjang. Karena itu lalu mereka melaluinya dengan biasa biasa saja. Kalau toh ada peringatan ulang tahun, maka itu lebih banyak karena gengsi. Bukan perenungan atau muhasabah. Setali mata uang dengan malam tahun baru yang harus dilalui dengan membuang duit, bahkan mungkin kehormatan atas dalih demi cinta. Tahun baru boleh boleh saja diperingati karena dia bagian dari hidup ini. Tapi bukan kemudian melupakan nilai yang jauh lebih berharga. Umur tidak banyak berarti jika dia sebatas kesempatan. Tapi waktu akan banyak berarti jika kesempatan itu membuat seseorang banyak melakukan amal shaleh atau kebaikan yang bermanfaat. Tahun adalah kelipatan bulan, minggu hari, jam, menit dan detik. Dia akan berulang ulang. Kita hidup senantiasa dikelilingi waktu. Sampai kapan? Hanya Allah yang tahu. Karena kita dikelilingi waktu, maka waktu yang tepat untuk menghentak kesadaran kita adalah detik. Detik inilah yang dapat memutuskan leher kita. Orang Arab bilang, waktu itu bagaikan pedang. Dengan detik kita bisa berbuat yang akhirnya membutuhkan kelipatan waktu selanjutkan. Maka siapa yang dapat bertahan melakukan kebaikan dalam rentang panjang, maka dialah yang beruntung. Maunya sepanjang umur kita berkarya kebaikan. Inilah harga termahal seseorang. 2008 sudah berlalu, saat ini kita berada di tahun 2009. Masa lalu adalah kenangan, maka yang patut dikenang adalah pahala yang menumpuk karena olah tenaga dan pikir dalam amal shaleh. Masa depan adalah kuburan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Jika perlu hati mantap dengan harapan masuk syurga. Artinya sudah jelas, muslim akan selalu optimis dalam hidup sebab visinya jauh ke depan, yakni menggapai syurga.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-5148601914368025903?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2009/01/renungan-tahun-baru-2009.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-4028774626638408524</guid><pubDate>Tue, 09 Dec 2008 03:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-09T10:53:35.241+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cinta</category><title>Si Pengembara Malang</title><description>&lt;strong&gt;Si Pengembara Malang&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;karya: Hanafi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Suatu hari, seorang laki-laki keras kepala mendatangiku&lt;br /&gt;Ia mengaku telah lama mengarungi lautan asmara&lt;br /&gt;Demi menemukan sebuah pelabuhan bernama Cinta Sejati.&lt;br /&gt;Di hadapanku, ia curahkan seribu kisah kasih sedih gembira,&lt;br /&gt;Ia bentangkan layar lebar petualangan penting itu–&lt;br /&gt;Pertunjukan menakjubkan berisi potret tiap persinggahannya,&lt;br /&gt;Mengesankan … sekaligus … membosankan.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kemudian dengan santun aku bertanya:&lt;br /&gt;“Wahai Tuan Pengembara, telah ditemukankah yang dicari ?&lt;br /&gt;Sudah terpuaskankah hasrat manusiawi di lubuk hati ?&lt;br /&gt;Sudah pahamkah Tuan akan hakekat Cinta Sejati ?”&lt;br /&gt;Sang Pengembara menutup pertunjukkan dunia khayali itu.&lt;br /&gt;Ia memberiku sebuah potretnya, menatapku tajam,&lt;br /&gt;Dan dengan seulas senyuman, di telingaku ia berbisik lirih:&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Wahai yang juga dalam pencarian…&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu adalah cinta yang berbuat,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu hanya sedikit berkata,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu tiada pernah kehabisan untuk memberi,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu tiada pernah meminta kembali,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu muncul beserta pengorbanan diri,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu hadir berbalutkan ketulusan hati,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu berwarnakan pengabdian tiada henti,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu bernafaskan ketakwaan kepada Al-Qawi,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu bertamengkan kepercayaan melawan yang keji,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu berbentengkan kesetiaan kokoh abadi,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu bermesinkan kesabaran diri,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu bersifat melindungi bukan mengekangi,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu tahan disakiti tapi tiada ingin menyakiti,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu melepaskan untuk memiliki,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu berbuahkan pengertian bukan pemaksaan,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu berakhir dalam kecanduan bukan kebosanan,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu membuktikan bukan menjanjikan,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu mengalirkan perhatian tiada tertahankan,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu menerima kekecewaan tapi tiada mau mengecewakan,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu memberi kesempatan hidup dan berkembang,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu menilai dengan kebesaran jiwa bukan kepicikan,&lt;br /&gt;Cinta Sejati itu memutuskan dengan kebijaksanaan bukan keegoisan,&lt;br /&gt;Dan Cinta Sejati itu, barangkali, sempurna terwujudkan dalam istana pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wahai yang juga dalam perjalanan…&lt;br /&gt;Telah kuhabiskan waktu ‘tuk mengejar bayangan kebahagiaan,&lt;br /&gt;Sedangkan aku tahu kebahagiaan itu bersembunyi dalam hatiku.&lt;br /&gt;Ku cari dan ku jelajahi daratan-daratan indah menawan,&lt;br /&gt;Sedangkan aku paham itu hanyalah persinggahan.&lt;br /&gt;Akhirnya, kesedihan pada setiap perpisahan dengan mereka;&lt;br /&gt;Pedih, kecewa, dan luka saat bersama mereka, terukir berkali-kali di dada ini.&lt;br /&gt;Kebahagiaan sementara ketika menemukan tanah impian itu,&lt;br /&gt;Hanyalah kesenangan maya menemukan buah-buahan di tengah kelaparan;&lt;br /&gt;Setiap buah yang ku telan melahirkan lagi rasa lapar.&lt;br /&gt;Walau aku telah diberitahu Tuhanku Yang Maha Agung&lt;br /&gt;Bahwa usaha pencarianku hanya akan sia-sia&lt;br /&gt;Dan bahwa akhir pengembaraanku adalah Takdir-Nya,&lt;br /&gt;Kekerasan hati membutakan mataku melihat petunjuk-Nya;&lt;br /&gt;Ketidak sabaran mengantarku ke dalam neraka penyesalan;&lt;br /&gt;Dan ketidak patuhanku ditemani derita ketidak pastian berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kini aku telah berhenti mencari hakekat yang telah kupahami.&lt;br /&gt;Walau aku pun terbakar oleh api kebijakanku sendiri,&lt;br /&gt;Tapi aku bukan tamu yang tak tahu berterimakasih&lt;br /&gt;Aku tak ingin menekurkan wajah-wajah gembira para pribumi itu&lt;br /&gt;Dengan membangkitkan tangis pilu melepas pesona sang tamu terhormatnya.&lt;br /&gt;Biarlah daratan ini menjadi persinggahan terakhirku&lt;br /&gt;Karna aku pun telah menanam sebatang pohon harapan di tanah ini&lt;br /&gt;Dan menunggu masa untuk memetik buah kasih abadi yang ku impi.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Namun bila prahara teka-teki Penguasa Alam memusnahkan harapan terakhirku&lt;br /&gt;Dan bila ini juga ternyata bukan pelabuhan itu…, aku akan pulang,&lt;br /&gt;Dan mengakhiri perjalanan panjang melelahkan tanpa hasil ini.&lt;br /&gt;Alangkah baiknya bila ku perbaiki dan ku perindah pelabuhanku sendiri,&lt;br /&gt;Karna aku percaya akan keadilan Sang Pencipta;&lt;br /&gt;Keinsyafanku ‘tuk berangkat menuju dunia kebijaksanaan&lt;br /&gt;Dan mengobati luka kedunguanku dengan ramuan introspeksi&lt;br /&gt;Takkan dicampakkan Tuhanku ke dalam lemari besi ‘tidak peduli’-Nya.&lt;br /&gt;Ia akan pertemukan aku dengan cinta sejatiku, sama baik atau buruknya denganku,&lt;br /&gt;Suatu hari nanti….&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wahai yang masih berada dalam lingkaran kebingungan…&lt;br /&gt;Ketidakadilan yang kau lempar jauh ke jurang kegelapan tak berujung,&lt;br /&gt;Bagi Tuhanmu, bagaikan sebuah meteor jatuh menyala terang di malam kelam&lt;br /&gt;Yang tiada pernah lupa Ia kembalikan dengan panah api Keadilan-Nya.&lt;br /&gt;Benih Kesabaran yang kau tebar di ladang suburmu,&lt;br /&gt;Suatu saat, akan tumbuh menjadi pohon pelindungmu dari serangan kepanasan&lt;br /&gt;Karna panah api Keadilan Tuhanmu itu pun melebur menjadi pupuk Kasih Sayang.&lt;br /&gt;Semoga perihnya sayatan pedang kebijaksanaanku dapat mengajarimu sesuatu.&lt;br /&gt;Semoga kebodohanku tidak menimpa hari-hari mujurmu.&lt;br /&gt;Semoga kekerasan hatiku tidak mengalir dalam darahmu.&lt;br /&gt;Dan semoga bisa kau petik buah manis petualangan cintaku.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kemudian, si Pengembara Malang itu pun berlalu dari hadapanku.&lt;br /&gt;Aku pun tercenung dan bersyukur kepada Rab-ku,&lt;br /&gt;Betapa dalam hikmah yang Ia tunjukkan kepadaku.&lt;br /&gt;Cinta memang sebuah rahasia besar Sang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;Cinta memang datang tanpa diminta, lewat dari pintu ‘tak terduga’.&lt;br /&gt;Cinta sungguh sering hilang tanpa berita melalui jendela ‘tiba-tiba’.&lt;br /&gt;Keanehan dan kerumitan cinta masih tetap misteri terindah-Nya.&lt;br /&gt;Cinta harus hadir diiringi sahabat-sahabatnya;&lt;br /&gt;Teman setia yang menghibur di kala duka&lt;br /&gt;Sekaligus lawan abadi yang menyerang di suasana gembira.&lt;br /&gt;Cinta memang tiada bisa hidup sendirian;&lt;br /&gt;Tanpa kawan, ia merana dalam hantaman kehampaan,&lt;br /&gt;Bersama mereka pun, ia tertekan dalam damainya keriaan.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Berapa banyak definisi cinta tercipta,&lt;br /&gt;Dan tak terhitung pujangga menyusun kalimat untuknya,&lt;br /&gt;Namun, adakah hakekat cinta itu di lidah manusia ?&lt;br /&gt;Cinta yang murni itu turun dari haribaan Ilahi&lt;br /&gt;Mewarnai kehambaran hidup para hamba-Nya di dunia,&lt;br /&gt;Tidak peduli apakah mereka hamba setia atau durhaka-Nya.&lt;br /&gt;Yang setia memeliharanya baik-baik dalam lembar rahasia hati&lt;br /&gt;Memancarkan kehangatan cinta itu diam-diam dari sikap dan sorot matanya;&lt;br /&gt;Ia paham, tak ada kepastian cinta di luar mahligai rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Yang durhaka menghadiahkan cinta itu pada kerakusan nafsunya&lt;br /&gt;Tunggang langgang ia terhempas diterjang tangan-tangan kekecewaan;&lt;br /&gt;Semoga suatu masa keinsyafan serupa menghinggapinya.&lt;br /&gt;Dan ku teringat kembali nasib si Pengembara Malang,&lt;br /&gt;Ku doakan ia menemukan pelabuhan Cinta Sejati-nya,&lt;br /&gt;Ku doakan ia senantiasa teguh dalam pendirian dan keyakinannya&lt;br /&gt;Dan ku doakan ia tetap tegar dalam kelembutan hatinya&lt;br /&gt;Karna, yang ku tahu…&lt;br /&gt;Lelaki yang baik memiliki kelembutan hati seorang wanita,&lt;br /&gt;Dan wanita yang baik mempunyai keteguhan hati seorang pria.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Potret itu ! Aku belum melihat potret yang diberikannya.&lt;br /&gt;Namun … alangkah kaget dan bingungnya aku, karna …&lt;br /&gt;Itu adalah potret kekasihku … dan … aku ! ! !&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-4028774626638408524?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/12/si-pengembara-malang.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-2556021315738495622</guid><pubDate>Tue, 09 Dec 2008 03:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-09T10:25:18.097+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cinta</category><title>Jawaban atas pertanyaanmu d...</title><description>&lt;div align="center"&gt;Tanyamu&lt;br /&gt; kalau kau tanya apa itu cinta&lt;br /&gt;lihatlah dimataku&lt;br /&gt;cinta telah meninggalkan jejak cahaya disana&lt;br /&gt;kalau kau tanya kenapa bisa begitu&lt;br /&gt;jawabnya adalah kamu&lt;br /&gt;kalau masih ada pertanyaan kenapa harus kamu&lt;br /&gt;terus terang..&lt;br /&gt;aku tak tahu&lt;br /&gt;karena kata-kata&lt;br /&gt;tak sanggup lagi menenyampaikan isyarat hatiku&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-2556021315738495622?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/12/jawaban-atas-pertanyaanmu-d.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-4542058756604163313</guid><pubDate>Tue, 09 Dec 2008 03:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-09T10:15:33.787+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cinta</category><title>Cinta dan Pengorbanan</title><description>&lt;a href="http://www.hudzaifah.org/Article98.phtml"&gt;Cinta dan Pengorbanan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kisah nyata yang sempat dipublikasikan media massa. Kisah cinta kasih dua sejoli berlainan agama, yang hanya karena tidak mendapat restu orang tua rela mengakhiri hidupnya di atas rel kereta. Berkorban demi cinta, katanya. Dan sudah berapa banyak gadis-gadis perawan rela menyerahkan kegadisannya kepada kekasih yang dicintainya, sekali lagi, hanya karena alasan cinta. Demi cinta, kurelakan segalanya, katanya. Itulah cinta yang salah arah dan haluan yang akhhirnya kebablasan. Sebuah pengorbanan yang hanya mendatangkan penyesalan, tidak hanya di dunia tapi juga di hari kemudian. Ya, berani bercinta memang harus berani berkorban untuk sesuatu yang dicintai. Tidak berani berkorban, maka janganlah jatuh cinta. Tidak pernah jatuh cinta, maka bukanlah manusia. Karena yang namanya manusia pasti merasakan cinta. "Manusia dihiasi oleh rasa cinta kepada wanita, anak-anak dst". (QS.: 3;14). Dan cinta di atas cinta tentunya hanya untuk Allah SWT., RasulNya dan jihad di jalanNya. (QS.:9;24). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Inilah contoh kisah cinta sejati dan pengorbanan hakiki yaitu kisah Ibrahim yang terukir dalam al-Qur?an. Setelah dia mengenal dan mengetahui siapa Tuhannya yang sesungguhnya, dia pun jatuh cinta kepadaNya (tak kenal maka tak sayang, kan). Dan Tuhannya pun berkenan menyambut cintanya dan menjadikannya sebagai kekasihnya (khalilullah). "Dan Allah mengambil Ibrahim sebagai kekasihNya" (QS:4;125). Dan karena Ibrahim as paham benar apa itu cinta dan segala konsekuensinya, maka dia siap berkorban untuk sesuatu yang dicintainya karena memang cinta butuh pengorbanan. Namun tidak tanggung-tanggung, Ibrahim as diminta untuk mengorbankan putra kesayangan satu-satunya, belahan hati yang bertahun-tahun ditunggu kehadirannya, tapi ia rela, karena memang yang memintanya adalah Tuhannya, Kekasihnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekelumit kisah cinta antara seorang hamba dengan Tuhannya, sebuah kisah yang benar-benar menyanyat jiwa, membikin pilu di hati, tapi penuh dengan nilai-nilai Rabbani. Sebuah pengorbanan dari pemahaman akan cinta yang sangat mendalam kepada Tuhan Rabbal ?alam. Demikian pula yang pernah terjadi dengan Sumayyah ra, syahidah pertama dalam sejarah Islam. Ia rela mengorbankan jiwa raganya demi mempertahankan akidah yang dicintainya. Ali ra rela menjadi ganti Rasulullah SAW di tempat tidurnya sewaktu Rasul keluar untuk hijrah, padahal Ali tahu maut di depan mata mengancam jiwanya. Tapi demi Rasulullah SAW yang dicintainya, dia rela berkorban. Demikian halnya Abu Bakar al-Shiddiq ra yang rela tangan dan kakinya dipatok binatang-binatang berbisa, ketika berdua bersama Rasul di dalam gua, yang memang belum pernah terjamah tangan manusia. Dia tidak rela tubuh orang yang dicintainya dan dikasihinya tersentuh sedikitpun oleh binatang-binatang yang berbisa. Sebuah contoh pengorbanan yang tiada tara yang pernah dibuktikan pula oleh Rasul dan para sahabatanya, lewat perang-perang yang taruhannya hanyalah nyawa. Dan kini nilai-nilai pengorbanan ini pula yang dibuktikan lewat bom-bom istisyhad (bom-bom syahid) yang dilakukan muslimin Palestina. Mereka rela walau nyawa taruhannya karena mereka tidak ingin Islam yang dicintainya diinjak-injak zionis pembikin angkara murka di dunia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itulah cinta sejati, cinta hakiki, yang akan mendapat ridha ilahi rabbi. Cinta dan pangorbanan yang akan mendapatkan kenikmatan abadi di dalam surga nanti. Bandingkan dengan cerita di atas tadi. Sebuah gambaran cinta dan pengorbanan yang penuh birahi dan emosi. Sebuah pengorbanan yang tiada arti. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya, cinta memang butuh pengorbanan, tapi pengorbanan yang diridhai Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh Taisir, LcMahasiswa Pasca sarjana Universitas al-Azhar, Kairo.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-4542058756604163313?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/12/cinta-dan-pengorbanan.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-2043230431945542264</guid><pubDate>Tue, 02 Dec 2008 07:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-03T15:50:20.253+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cinta</category><title>Puisi Untuk Cinta</title><description>Puisi Untuk Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takkan pernah mampu untuk berjanji&lt;br /&gt;Menemani harimu hingga esok hari&lt;br /&gt;Tapi jika kau terima, biarkan aku mencintaimu&lt;br /&gt;Hari ini saja… dengan semua cinta yang kupunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukanlah pengabulan dari doamu&lt;br /&gt;di malam saat bintang jatuh&lt;br /&gt;Tapi jika kau mau, aku dapat menjadi bintang&lt;br /&gt;yang menerangi keindahanmu setiap malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takkan s’lalu bisa membahagiakan hati&lt;br /&gt;Tak luput salah, mungkin ku juga menyakiti&lt;br /&gt;Tapi jika kau ikhlas, cintaku takkan berbatas&lt;br /&gt;Meski terkadang sakitimu, itu aku khilaf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-2043230431945542264?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/12/puisi-untuk-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-1067828632597495789</guid><pubDate>Tue, 02 Dec 2008 07:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-02T14:47:50.490+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cinta</category><title>Mencintaimu</title><description>Mencintaimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintaimu bukanlah sebuah pilihan&lt;br /&gt;Sebab hati tak mampu berpikir seperti logika&lt;br /&gt;Datang tiba-tiba… hasrat ingin selalu berdua&lt;br /&gt;Mencintaimu adalah rasa yang indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hanya bisa melarang tanpa mengerti&lt;br /&gt;Mereka hanya menolak tanpa berpikir bijak&lt;br /&gt;Mereka hanya tak mau tanpa menelusuri kedalaman batinku&lt;br /&gt;Mereka hanya bisa berpikir menurut mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintaimu adalah sebuah karunia&lt;br /&gt;Meski kau ada dunia juga tak selalu indah&lt;br /&gt;Mencintaimu bangkitkan semangat sepenuh jiwa&lt;br /&gt;Hadapi hari-hari yang tak selalu cerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kelak mereka mampu mengerti&lt;br /&gt;Semoga kelak mereka dapat menjadi bijak&lt;br /&gt;Semoga kelak terbuka hati nurani&lt;br /&gt;Semoga kelak terbuka pintu bahagia seutuhnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-1067828632597495789?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/12/mencintaimu.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-2504890692918056883</guid><pubDate>Tue, 02 Dec 2008 07:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-02T14:35:34.925+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cinta</category><title>Aku memilihmu…</title><description>Aku memilihmu…&lt;br /&gt;Untuk menemani di kala siang tak bermentari&lt;br /&gt;Saat malam tak berbintang&lt;br /&gt;Agar dapat terangiku dengan senyuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memilihmu…&lt;br /&gt;Saat terik sinar menyengat dan membakar&lt;br /&gt;Ketika bulan sabit atau purnama&lt;br /&gt;Untuk temaniku menyusuri dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memilihmu…&lt;br /&gt;Dengan hati yang tak memilih waktu&lt;br /&gt;Sepenuh cinta tanpa masa&lt;br /&gt;Semenjak harap masih mendengung hampa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-2504890692918056883?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/12/aku-memilihmu.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-634071332155450438</guid><pubDate>Tue, 02 Dec 2008 07:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-02T14:33:45.201+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cinta</category><title>10 Alasan Mencintaimu</title><description>Aku butuh teman untuk melalui&lt;br /&gt;Aku butuh kawan untuk berbagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku butuh bayangan untuk mengikuti&lt;br /&gt;Aku butuh mentari untuk menerangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku butuh air untuk menyirami&lt;br /&gt;Aku butuh pohon untuk meneduhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku butuh pagi setelah gelap hari&lt;br /&gt;Aku butuh tempat untuk kudiami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku butuh tersenyum setelah bersedih&lt;br /&gt;Aku butuh hati untuk disayangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah kuingin kau tetap disini&lt;br /&gt;Hingga kelak kujadikan seorang istri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-634071332155450438?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/12/10-alasan-mencintaimu.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-2186254584474972726</guid><pubDate>Tue, 02 Dec 2008 02:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-02T10:09:41.500+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cinta</category><title>BEDA ANTARA SUKA, CINTA DAN SAYANG</title><description>BEDA ANTARA SUKA, CINTA DAN SAYANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihadapan orang yang kau cintai,&lt;br /&gt;musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah&lt;br /&gt;Dihadapan orang yang kau sukai,&lt;br /&gt;musim dingin tetap saja musim dingin hanya&lt;br /&gt;suasananya lebih indah sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihadapan orang yang kau cintai,&lt;br /&gt;jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihadapan orang yang kau sukai,&lt;br /&gt;kau hanya merasa senang dan gembira saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau melihat kepada mata orang yang&lt;br /&gt;kau cintai, matamu berkaca-kaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau melihat kepada mata orang yang&lt;br /&gt;kau sukai, engkau hanya tersenyum saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihadapan orang yang kau cintai,&lt;br /&gt;kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihadapan orang yang kau sukai,&lt;br /&gt;kata kata hanya keluar dari pikiran saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang yang kau cintai menangis,&lt;br /&gt;engkaupun akan ikut menangis disisinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang yang kau sukai menangis,&lt;br /&gt;engkau hanya menghibur saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan&lt;br /&gt;rasa suka dimulai dari telinga&lt;br /&gt;Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,&lt;br /&gt;cukup dengan menutup telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari&lt;br /&gt;orang yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi&lt;br /&gt;tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam&lt;br /&gt;jarak waktu yang cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta... ada&lt;br /&gt;perasaan yang lebih mendalam.&lt;br /&gt;Yaitu rasa sayang.... rasa yang tidak hilang&lt;br /&gt;secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan yang dapat membuat mu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.&lt;br /&gt;Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin&lt;br /&gt;melihat orang yang disayanginya bahagia..&lt;br /&gt;walaupun harus kehilangan."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-2186254584474972726?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/11/beda-antara-suka-cinta-dan-sayang.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-2644161601651524717</guid><pubDate>Mon, 01 Dec 2008 06:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-03T15:52:56.251+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cinta</category><title>Entah</title><description>&lt;div align="center"&gt;tak perlu kau merasa resahku&lt;br /&gt;diriku&lt;br /&gt;dan semua tentangku&lt;br /&gt;berikan senyum yang terindah&lt;br /&gt;karena hari ini sedang menanti senyum itu&lt;br /&gt;tak ada keraguan didiriku&lt;br /&gt;tak ada kegeklisahan didiriku dan&lt;br /&gt;aku tegar setegar karang di lautan dan&lt;br /&gt;kaupun harus demikian&lt;br /&gt;berjalanlah&lt;br /&gt;semua akan terbuka lebar dan akan baik-baik saja&lt;br /&gt;sepertinya kita memang harus tersadar pada kenyataan&lt;br /&gt;kamu dan aku&lt;br /&gt;tak usah diperdebatkan...&lt;br /&gt;tak usah dipusingkan&lt;br /&gt;jalanilah kehidupan mu&lt;br /&gt;dan akan ku jalani kehidupanku dan kita bahagia...........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh : &lt;strong&gt;"Desta"&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-2644161601651524717?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/12/entah.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-6524218504144120651</guid><pubDate>Mon, 01 Dec 2008 06:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-03T15:54:17.598+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cinta</category><title>Persimpangan yang aneh</title><description>&lt;div align="center"&gt;a dream&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Jalan setapak saat ini membawaku&lt;br /&gt;Menuju persimpangan yang menyakitkan&lt;br /&gt;Dengan hati yang tak tentu arah&lt;br /&gt;Ku terus berjalan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Hingga kutemukan cahaya diantaranya&lt;br /&gt;Cahaya yang memberiku kehangatan&lt;br /&gt;Untuk kali pertama ku tak tau&lt;br /&gt;Siapa yang membawa cahaya itu?&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia lemparkan senyum&lt;br /&gt;Saat itu aku tau itu dia&lt;br /&gt;Jalan-pun semakin tegas menuntunku&lt;br /&gt;Hingga ku lihat dinding&lt;br /&gt;Dinding yang melebihi kami&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Aku berlutut pada alam&lt;br /&gt;Tolong robohkan!&lt;br /&gt;Tapi dinding itu tak mau roboh&lt;br /&gt;aku berharap&lt;br /&gt;Aku memilikinya&lt;br /&gt;“Memiliki”&lt;br /&gt;“Dirinya yang tak’pernah kumiliki”&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Oleh : &lt;strong&gt;"Desta"&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-6524218504144120651?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/12/persimpangan-yang-aneh.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-5668175610124877288</guid><pubDate>Mon, 01 Dec 2008 05:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-03T15:56:05.772+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cinta</category><title>Desta 'N all people</title><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;“Desta 'N all people”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seraya berjalan di kehidupan&lt;br /&gt;Menanti…berencana..…dan jalani&lt;br /&gt;Tak ada yang pasti&lt;br /&gt;Manusia hanya bisa berharap&lt;br /&gt;berdoa&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;berusaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kekuatan yang ada&lt;br /&gt;Belajar memahami hidup adalah diriku&lt;br /&gt;Yang menginginkan kebahagiaan&lt;br /&gt;Sedih dan senang adalah kajian kehidupan ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;CINTA bagian dari hidupku&lt;br /&gt;Peduli dan tak peduli itu hak orang dan hak ku untuk mengerti&lt;br /&gt;Aku hanya mengait dan berjalan&lt;br /&gt;Menuju kehidupan yang ku pilih&lt;br /&gt;Dapat atau tidak itu urusan ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin kedamaian….&lt;br /&gt;senang dan BAHAGIA&lt;br /&gt;Tak peduli kata orang…...&lt;br /&gt;yang aku dengar adalah hatiku&lt;br /&gt;Hati yang tak pernah bohong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ku untuk berjalan diantara persimpangan dan berhenti berfikir&lt;br /&gt;Melanjutkan dan mencari yang terbaik&lt;br /&gt;Bagiku! tentu bagi diriku&lt;br /&gt;Bukan siapa-siapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Egois memang…&lt;br /&gt;tapi aku punya hati!&lt;br /&gt;yang selalu mengingatkanku&lt;br /&gt;atas&lt;br /&gt;prinsip kehidupan yang ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GENGGAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agar aku berpijar pada diriku seutuhnya&lt;br /&gt;Agar aku menjadi sesuatu disini&lt;br /&gt;Di&lt;br /&gt;Duniaku dan duniamu&lt;br /&gt;Diantara kehidupan&lt;br /&gt;yang kadang tak mengerti kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh : &lt;strong&gt;"Desta"&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-5668175610124877288?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/12/my-n-all-people.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-4362324411708576470</guid><pubDate>Mon, 01 Dec 2008 05:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-03T15:57:21.683+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cinta</category><title>Loves</title><description>&lt;strong&gt;Loves&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“&lt;strong&gt;Cinta&lt;/strong&gt;” itu datang ketika aku melihatmu&lt;br /&gt;ia datang menghampiriku lewat pandangan mataku untuk melihatmu&lt;br /&gt;dan merasuk kehati ini&lt;br /&gt;tanpa aku sadari dan tanpa aku mengerti&lt;br /&gt;ia membawaku lewat berbagai perasaan yang tak pernah aku tau sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;Peraasan itu membawaku terhadapmu&lt;br /&gt;atas segala yang aku tau&lt;br /&gt;dan yang belum pernah ku tau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyelimutiku laksana kabut&lt;br /&gt;dan membuat aku merasa bahagia&lt;br /&gt;berada disisimu selalu untuk selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh : &lt;strong&gt;"Desta"&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-4362324411708576470?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/12/loves.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-2085774214031328627</guid><pubDate>Mon, 01 Dec 2008 04:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-03T15:59:08.048+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cinta</category><title>Just 4 U</title><description>&lt;strong&gt;Just 4 U &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terkadang ku berfikir&lt;br /&gt;aku wanita terhebat didunia&lt;br /&gt;tapi aku sadar betul itu hanya hayalku&lt;br /&gt;dan sering kuberfikir&lt;br /&gt;kan ku kalahkan orang yang menghadangku&lt;br /&gt;atau perasaan apapun yang membuatku sedih dan kalut&lt;br /&gt;tapi……ternyata tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang &lt;strong&gt;Desta&lt;/strong&gt;!&lt;br /&gt;terkalahkan oleh perasaan&lt;br /&gt;perasaan yang membuatnya gundah&lt;br /&gt;padahal sudah ku kunci hatiku&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;apa aku sengaja membukanya?&lt;br /&gt;Tapi kenapa dia bisa merasuki hatiku&lt;br /&gt;Yang melewati rongga-rongga di dalamnya&lt;br /&gt;Hingga membuatku senang&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;Bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa dia tau masih ada ruang di hatiku&lt;br /&gt;Padahal aku tak bicara dengan siapapun&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;Dia telah memiliki ruang itu&lt;br /&gt;sekarang&lt;br /&gt;Tapi dia tak menempatinya&lt;br /&gt;Hanya meninggalkan kenangan&lt;br /&gt;Hingga ku berfikir Ia memiliki hatiku&lt;br /&gt;Tapi tak memiliki diriku&lt;br /&gt;dan itu membuatku menyayanginya sampai detik ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh : &lt;strong&gt;"Desta"&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-2085774214031328627?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/12/just-4-u.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-8943761980376016747</guid><pubDate>Mon, 01 Dec 2008 04:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-03T16:00:25.450+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cinta</category><title>I hate this.....</title><description>Aku tak mengerti mengapa??&lt;br /&gt;Apa?? Dan kenapa???&lt;br /&gt;Setiap ku berhembus nafas kehidupan terasa sesak di jiwa ini&lt;br /&gt;Ku ikuti alur tapi aku takut terjerumus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ku terdiam tapi aku merasa ini bukan aku!!!&lt;br /&gt;Ketika masa itu mengaliri kehidupanku&lt;br /&gt;Aku terasa sesak dan semuanya sungguh ku tak mengerti&lt;br /&gt;Aku bertanya pada hatiku&lt;br /&gt;Apakah aku mencintainya?? atau tidak???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tau harus menjawab apa??? Aku sayang kamu&lt;br /&gt;Tapi di hati kecil ini telah tertempati&lt;br /&gt;Dan kau merasuki rongga-rongga jiwaku&lt;br /&gt;Sehingga membuatku merasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“TAK MENGERTI”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap resah menghantuiku&lt;br /&gt;Setiap jalan ku telusuri dengan perlahan nan hati-hati&lt;br /&gt;Tapi ketika kuberfikir sejenak aku lelah!!!&lt;br /&gt;Sengguh sangat lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tau harus bagai mana??&lt;br /&gt;Entah bagai mana ku keluar dari kisah ini?&lt;br /&gt;Disisi lain aku senang tapi akupun lelah&lt;br /&gt;Lelah berjalan tak tentu arah&lt;br /&gt;Ku tahan sesak tapi tak terbendung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh : &lt;strong&gt;"Desta"&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-8943761980376016747?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/12/i-hate-this.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-8212274228279278390</guid><pubDate>Tue, 25 Nov 2008 12:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-01T13:35:43.403+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cinta</category><title>Tatapan Cinta</title><description>Tatapan Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia tidur? kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika tidur, sudah tak akan tampak wajah bengisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya.Orang inilah yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, beralihlah ke ibu anda.Hmm....kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai - belai tubuh bayi kita itu kini kasar karena terpaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomelin kita, semata-mata karena rasa kasih dan sayangnya itu sering kita salah artikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu....ayah, ibu, suami, istri, kakak, adik, anak, sahabat...semuanya orang - orang yang tercinta. Rasakan energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu. Rasakan getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah di lakukan orang - orang itu untuk kebahagiaan anda. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalah pahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah- wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkapkan segalanya, tanpa kata, tanpa suara dia berkata : " Betapa lelahnya aku hari ini" dan menyebab lelah itu ?.......juga untuk siapa dia berlelah - lelah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lain adalah suami yang bekerja keras mencari nafkah dan istri yang bekerja mengurus, mendidik juga mengurus rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari - hari suka dan duka bersama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan untuk kita semua.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resapilah kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah - wajah mereka.....rasakan betapa kebahagian dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua........... bayangkan apa yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang - orang terkasih itu tak membuka matanya.....selamanya!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-8212274228279278390?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/11/tatapan-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-4988817340268090569</guid><pubDate>Mon, 24 Nov 2008 08:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-24T15:59:43.750+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Renungan</category><title>Sebuah Muhasabah Diri</title><description>Sebuah Muhasabah Diri     &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Tuhanku, &lt;br /&gt;Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-MU yang luas &lt;br /&gt;Aku hanyalah setetes embun di lautanMU yang meluap hingga ke seluruh samudra &lt;br /&gt;Aku hanya sepotong rumput di padangMU yang memenuhi bumi &lt;br /&gt;Aku hanya sebutir kerikil di gunung MU yang menjulang menyapa langit &lt;br /&gt;Aku hanya seonggok bintang kecil yang reduo di samudra langit Mu yang tanpa batas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku &lt;br /&gt;Hamba yang hina ini menyadari tiada artinya diri ini di hadapanMU &lt;br /&gt;Tiada Engkau sedikitpun memerlukan akan tetapi ?&lt;br /&gt;hamba terus menggantungkan segunung harapan pada MU &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku????..baktiku tiada arti, ibadahku hanya sepercik air &lt;br /&gt;Bagaimana mungkin sepercik air itu dapat memadamkan api neraka MU &lt;br /&gt;Betapa sadar diri begitu hina dihadapanMU &lt;br /&gt;Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhlukMU &lt;br /&gt;Diri yang tangannya banyak maksiat ini, &lt;br /&gt;Mulut yang banyak maksiat ini, &lt;br /&gt;Mata yang banyak maksiat ini? &lt;br /&gt;Hati yang telah terkotori oleh noda ini?memiliki keninginana setinggi langit &lt;br /&gt;Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu yang mulia??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan?Kami semua fakir di hadapan MU tapi juga kikir dalam mengabdi kepada MU &lt;br /&gt;Semua makhlukMU meminta kepada MU dan pintaku?. &lt;br /&gt;Ampunilah aku dan sudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku &lt;br /&gt;Sukseskanlah mereka mudahkanlah urusannya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tanpa kami sadari , kamu pernah melanggar aturanMU &lt;br /&gt;Melanggar aturtan qiyadah kami,bahkan terlena dan tak mau tahu akan amanah &lt;br /&gt;Yang telah Tuhan percayakan kepada kami?Ampunilah kami &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemukan kami dalam syurga MU dalam bingkai kecintaan kepadaMU &lt;br /&gt;Tuhanku?.Siangku tak selalu dalam iman yang teguh &lt;br /&gt;Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat, &lt;br /&gt;Pagiku tak selalu terhias oleh dzikir pada MU &lt;br /&gt;Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit &lt;br /&gt;Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu &lt;br /&gt;Atau?.dalam maksiat kepadaMU ?Ya Tuhanku Tutuplah untuk kamu dengan sebaik-baiknya penutupan !!? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari saudara untuk saudara ?Perbaiki diri Serulah Orang Lain?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-4988817340268090569?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/11/sebuah-muhasabah-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-8722834469512417858</guid><pubDate>Mon, 24 Nov 2008 08:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-24T15:16:37.352+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cinta</category><title>Doa untuk Kekasih...</title><description>Doa untuk Kekasih...     &lt;br /&gt;untuk seseorang yang telah mengisi ruang hati yg dulu hampa... &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Allah yang Maha Pemurah... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Engkau telah menciptakan dia &lt;br /&gt;dan mempertemukan saya dengannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih untuk saat - saat indah &lt;br /&gt;yang dapat kami nikmati bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih untuk setiap pertemuan &lt;br /&gt;yang dapat kami lalui bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya datang bersujud dihadapanMU... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sucikan hati saya ya Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencanaMU dalam hidup saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jika saya bukan pemilik tulang rusuknya, janganlah biarkan saya merindukan kehadirannya... &lt;br /&gt;janganlah biarkan saya, melabuhkan hati saya dihatinya.. &lt;br /&gt;kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya dan jauhkan dia dari relung hati saya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam didada ini dengan kasih dari dan padaMU yang tulus, murni... &lt;br /&gt;dan tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai sahabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika Engkau ciptakan dia untuk saya... &lt;br /&gt;ya Allah tolong satukan hati kami... &lt;br /&gt;bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya... &lt;br /&gt;berikan saya kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ridhoi dia, agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya &lt;br /&gt;sebagaimana telah Engkau ciptakan... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh - sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doa saya ini... &lt;br /&gt;lepaskanlah saya dari keraguan ini menurut kasih dan kehendakMU... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah yang Maha kekal, saya mengerti bahwa Engkau senantiasa memberikan yang terbaik untuk saya... &lt;br /&gt;luka dan keraguan yang saya alami, pasti ada hikmahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergumulan ini mengajarkan saya untuk hidup makin dekat kepadaMU untuk lebih peka terhadap suaraMU yang membimbing saya menuju terangMU... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajarkan saya untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah kehendakMU dan bukan kehendak saya yang menjadi dalam setiap bagian hidup saya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan permohonanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-8722834469512417858?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/11/doa-untuk-kekasih.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-5272178893532789958</guid><pubDate>Mon, 24 Nov 2008 02:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-24T10:59:36.744+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cinta</category><title>Cinta Tanpa Syarat</title><description>Cinta Tanpa Syarat&lt;br /&gt;Rating Artikel : &lt;br /&gt;Oleh : Andrie Wongso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, "Kakek nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara kakek dan nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. "Aha, nenek  yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian," kata kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya.  "Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan'. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini," kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu nenek melanjutkan, "Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita." Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. "Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi....kosong. Kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek segera menimpali, "Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apapun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih sejati &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah ketika kamu menitikkan air mata, maka dengan kebesaran cintanya ia tetap peduli terhadapmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kekuatan abadi  yang ketika kamu tidak mempedulikannya dan dia masih menunggumu dengan setia.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketulusan sejati adalah Saat Sang kekasih mulai mencintai orang lain dan dia masih bisa tersenyum sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu‘…  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hartono Beny Hidayat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-5272178893532789958?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/11/cinta-tanpa-syarat.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-6519568054791574268</guid><pubDate>Mon, 24 Nov 2008 02:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-24T09:42:25.434+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kartu</category><title>Boeat Desta... Selamat Ya....</title><description>&lt;div class="card_center"&gt;&lt;br /&gt;               &lt;embed src="http://img.kapanlagi.com/c/s/07944.swf" quality="high" bgcolor="#FFFFFF" width="500" height="357" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1  _Prod_Version=ShockwaveFlash" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-6519568054791574268?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/11/boeat-desta-selamat-ya.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-8731743633403500058</guid><pubDate>Thu, 20 Nov 2008 09:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-20T16:53:51.727+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cinta</category><title>BEDANYA KEKASIH SEJATI DENGAN KEKASIH STANDAR</title><description>BEDANYA KEKASIH SEJATI DENGAN KEKASIH STANDAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih standard selalu ingat senyum di wajahmu&lt;br /&gt;Kekasih sejati juga mengingat wajahmu waktu sedih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih standard akan membawamu makanan yang enak-enak&lt;br /&gt;Kekasih sejati akan mempersiapkan makanan yang kamu suka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih standard setiap detik selalu menunggu telpon dari kamu&lt;br /&gt;Kekasih sejati setiap detik selalu teringat ingin menelponmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih standart selalu mendoakan mu kebahagiaan&lt;br /&gt;Kekasih sejati selalu berusaha memberimu kebahagiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih standard mengharapkan kamu berubah demi dia&lt;br /&gt;Kekasih sejati mengharapkan dia bisa berubah untuk kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih standard paling sebal kamu menelpon waktu dia tidur&lt;br /&gt;Kekasih sejati akan menanyakan kenapa sekarang kamu baru telpon ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih standard akan mencarimu untuk membahas kesulitanmu&lt;br /&gt;Kekasih sejati akan mencarimu untuk memecahkan kesulitanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih standard selalu bertanya mengapa kamu selalu membuatnya sedih ?&lt;br /&gt;Kekasih sejati akan selalu mananyakan diri sendiri mengapa membuat kamu sedih ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih standard selalu memikirkan penyebab perpisahan&lt;br /&gt;Kekasih sejati memecahkan penyebab perpisahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih standard bisa melihat semua yang telah dia korbankan untukmu&lt;br /&gt;Kekasih sejati bisa melihat semua yang telah kamu korbankan untuknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih standard berpikir bahwa pertengkaran adalah akhir dari segalanya&lt;br /&gt;Kekasih sejati berpikir, jika tidak pernah bertengkar tidak bisa disebut cinta sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih standard selalu ingin kamu di sampingnya menemaninya selamanya&lt;br /&gt;Kekasih sejati selalu berharap selamanya bisa di sampingmu menemanimu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-8731743633403500058?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/11/bedanya-kekasih-sejati-dengan-kekasih.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-6310104595005741737</guid><pubDate>Thu, 20 Nov 2008 08:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-20T15:54:18.849+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Motivasi</category><title>Kisah Seru Dari Murid Sekolah TK</title><description>Kisah ini diambil dari salah satu TK (taman kanak-kanak) di Australia. Semoga kisah ini bisa membawakan hikmah dan motivasi bagi kita semua dan menjadikan kita mutiara-mutiara dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari guru TK tersebut mengadakan “permainan” menyuruh setiap anak muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang.&lt;br /&gt;Masing-masing kentang tersebut di beri nama berdasarkan nama orang yang di benci, sehingga jumlah kentangnya tidak di tentukan berapa…tergantung jumlah orang2 yg dibenci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang disepakati masing2 murid membawa kentang dalam kantong&lt;br /&gt;plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Seperti perintah guru mereka, tiap2 kentang di beri nama sesuai nama orang yang dibenci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid2 harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja&lt;br /&gt;mereka pergi bahkan ke toilet sekalipun selama 1 mingggu. Hari berganti hari, kentang2 pun mulai membusuk, murid2 mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 1 minggu murid2 TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru:”Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu?”&lt;br /&gt;Keluarlah keluhan dari murid2 TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang2 busuk tersebut kemanapun mereka pergi. Guru pun menjelaskan apa arti dari “permainan” yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru: “Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain.” Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemanapun kita pergi. Itu hanya 1 minggu bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alangkah tidak nyamannya… ..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, enak dan nyaman sekali hidup di mana pun dan pergi ke mana pun tanpa membawa rasa kebencian hingga pikiran kita bisa jernih dan terbuka lebar hanya untukmemikirkan hal-hal yang positif saja……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaafkan itu jauh lebih baik…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita dapat memetik hikmah dari pelajaran adik adik kita ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-6310104595005741737?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/11/kisah-seru-dari-murid-sekolah-tk.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-6899118557554849093.post-2937670211283801413</guid><pubDate>Thu, 20 Nov 2008 08:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-20T15:45:18.917+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Ibu</category><title>Seumur Hidup Jadi Tongkat Bagi Ibunda</title><description>Sebuah cerita hikmah atau cerita bijak yang saya dapatkan dari sebuah milis. Cerita ini benar-benar membuat hati yang membacanya akan tersentuh. Terima kasih ibu, Terima kasih mama… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seumur Hidup Jadi Tongkat Bagi Ibunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa udara di Changchun , Tiongkok, sangatlah dingin. Li Yuanyuan memanggul sang ibu yang lumpuh kedua kakinya sambil menggendong putrinya yang berusia dua tahun buru-buru ke rumah sakit karena sang ibu terkena serangan jantung lagi. Orang-orang yang berlalu lalang di jalan memandang mereka bertiga dengan mata terbelalak, semua takjub melihat seorang wanita yang kelihatannya kurus lemah justru memiliki tenaga untuk memanggul satu orang sambil menggendong satu lagi…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan “City Evening Post”, di pagi buta, 13 Pebruari 2008, Li Yuanyuan telah memakaikan baju bagi anak dan sang ibu yang baru sembuh dari sakitnya. Jam 10 pagi, Yuanyuan berjongkok di depan sang ibu, meletakkan kedua kaki ibu di pinggangnya lalu memanggul sang ibu, kemudian menggendong putrinya yang berdiri di atas tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua tangan Yuanyuan dipakai untuk menyangga sang ibu, sedangkan sang ibu membantu merangkul cucunya mengitari leher Yuanyuan. Dengan cara inilah tiga orang tersebut saling berangkulan dengan susah payah keluar dari rumah sakit. Sang ibu telah lumpuh selama 21 tahun, selama 21 tahun itu pulalah Yuanyuan terbiasa memanggul sang ibu keluar masuk rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Yuanyuan berusia 7 tahun terjadilah sebuah kecelakaan lalu lintas yang benar-benar telah merubah kehidupannya. Karena kecelakaan ini ibunda mengalami kelumpuhan pada kedua kaki yang diperparah dengan menghilangnya sang ayah. Sejak saat itu, Yuanyuan menjadi tulang punggung rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak ada penghasilan Yuanyuan menghidupi keluarga dengan menjadi pemulung, uang hasil kerja kerasnya habis terpakai untuk mengurus sang ibu.Rasa bakti Yuanyuan kepada orang tua sangat menyentuh hati para tetangga, banyak tetangga yang dengan sukarela memberi bantuan kepada sang ibu dan putrinya ini. Karena sepanjang tahun hanya mampu berebahan, otot kaki sang ibu sering kejang, sakitnya tak tertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang tetangga yang berprofesi sebagai seorang dokter tradisional tua, setiap hari membantunya memberikan terapi akupunktur terhadap ibu Yuan-yuan, bahkan mengajarnya menggunakan teknik akupunktur sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak berusia 11 tahun sampai sekarang, Yuanyuan sudah dapat menggunakan teknik akupunktur untuk meringankan rasa sakit ibunya.&lt;br /&gt;Tiga tahun yang lalu, Yuan-yuan menikah, setahun kemudian, Yuanyuan melahirkan seorang putri. Namun di mana pun dan kapan pun, Yuanyuan tidak pernah meninggalkan sang ibu, dia dan suaminya bersama-sama memikul tanggung jawab mengurus sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun rumah tangganya tidak terbilang kaya, mereka sangatlah puas.&lt;br /&gt;Sang ibu berkata, terkenang masa 21 tahun ini meskipun penuh penderitaan, namun dia sangat puas, dia merasa diri-nya sama dengan orang tua lain yang juga telah menikmati kehangatan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Yuanyuan, selama 21 tahun ini, dia merasa dirinya sangat bahagia, karena dia adalah seorang anak yang masih memiliki seorang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga cerita hikmah atau cerita bijak ini membawa kebaikan bagi semua orang terhadap orang tua khususnya ibu…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6899118557554849093-2937670211283801413?l=pencarisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pencarisurga.blogspot.com/2008/11/seumur-hidup-jadi-tongkat-bagi-ibunda.html</link><author>noreply@blogger.com (bangsawan@rocketmail.com)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item></channel></rss>