a dream
Jalan setapak saat ini membawaku
Menuju persimpangan yang menyakitkan
Dengan hati yang tak tentu arah
Ku terus berjalan
Hingga kutemukan cahaya diantaranya
Cahaya yang memberiku kehangatan
Untuk kali pertama ku tak tau
Siapa yang membawa cahaya itu?
Lalu ia lemparkan senyum
Saat itu aku tau itu dia
Jalan-pun semakin tegas menuntunku
Hingga ku lihat dinding
Dinding yang melebihi kami
Aku berlutut pada alam
Tolong robohkan!
Tapi dinding itu tak mau roboh
aku berharap
Aku memilikinya
“Memiliki”
“Dirinya yang tak’pernah kumiliki”
Oleh : "Desta"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar