Selasa, 09 Desember 2008

Si Pengembara Malang

Si Pengembara Malang
karya: Hanafi

Suatu hari, seorang laki-laki keras kepala mendatangiku
Ia mengaku telah lama mengarungi lautan asmara
Demi menemukan sebuah pelabuhan bernama Cinta Sejati.
Di hadapanku, ia curahkan seribu kisah kasih sedih gembira,
Ia bentangkan layar lebar petualangan penting itu–
Pertunjukan menakjubkan berisi potret tiap persinggahannya,
Mengesankan … sekaligus … membosankan.


Kemudian dengan santun aku bertanya:
“Wahai Tuan Pengembara, telah ditemukankah yang dicari ?
Sudah terpuaskankah hasrat manusiawi di lubuk hati ?
Sudah pahamkah Tuan akan hakekat Cinta Sejati ?”
Sang Pengembara menutup pertunjukkan dunia khayali itu.
Ia memberiku sebuah potretnya, menatapku tajam,
Dan dengan seulas senyuman, di telingaku ia berbisik lirih:

“Wahai yang juga dalam pencarian…
Cinta Sejati itu adalah cinta yang berbuat,
Cinta Sejati itu hanya sedikit berkata,
Cinta Sejati itu tiada pernah kehabisan untuk memberi,
Cinta Sejati itu tiada pernah meminta kembali,
Cinta Sejati itu muncul beserta pengorbanan diri,
Cinta Sejati itu hadir berbalutkan ketulusan hati,
Cinta Sejati itu berwarnakan pengabdian tiada henti,
Cinta Sejati itu bernafaskan ketakwaan kepada Al-Qawi,
Cinta Sejati itu bertamengkan kepercayaan melawan yang keji,
Cinta Sejati itu berbentengkan kesetiaan kokoh abadi,
Cinta Sejati itu bermesinkan kesabaran diri,
Cinta Sejati itu bersifat melindungi bukan mengekangi,
Cinta Sejati itu tahan disakiti tapi tiada ingin menyakiti,
Cinta Sejati itu melepaskan untuk memiliki,
Cinta Sejati itu berbuahkan pengertian bukan pemaksaan,
Cinta Sejati itu berakhir dalam kecanduan bukan kebosanan,
Cinta Sejati itu membuktikan bukan menjanjikan,
Cinta Sejati itu mengalirkan perhatian tiada tertahankan,
Cinta Sejati itu menerima kekecewaan tapi tiada mau mengecewakan,
Cinta Sejati itu memberi kesempatan hidup dan berkembang,
Cinta Sejati itu menilai dengan kebesaran jiwa bukan kepicikan,
Cinta Sejati itu memutuskan dengan kebijaksanaan bukan keegoisan,
Dan Cinta Sejati itu, barangkali, sempurna terwujudkan dalam istana pernikahan.

Wahai yang juga dalam perjalanan…
Telah kuhabiskan waktu ‘tuk mengejar bayangan kebahagiaan,
Sedangkan aku tahu kebahagiaan itu bersembunyi dalam hatiku.
Ku cari dan ku jelajahi daratan-daratan indah menawan,
Sedangkan aku paham itu hanyalah persinggahan.
Akhirnya, kesedihan pada setiap perpisahan dengan mereka;
Pedih, kecewa, dan luka saat bersama mereka, terukir berkali-kali di dada ini.
Kebahagiaan sementara ketika menemukan tanah impian itu,
Hanyalah kesenangan maya menemukan buah-buahan di tengah kelaparan;
Setiap buah yang ku telan melahirkan lagi rasa lapar.
Walau aku telah diberitahu Tuhanku Yang Maha Agung
Bahwa usaha pencarianku hanya akan sia-sia
Dan bahwa akhir pengembaraanku adalah Takdir-Nya,
Kekerasan hati membutakan mataku melihat petunjuk-Nya;
Ketidak sabaran mengantarku ke dalam neraka penyesalan;
Dan ketidak patuhanku ditemani derita ketidak pastian berkepanjangan.

Kini aku telah berhenti mencari hakekat yang telah kupahami.
Walau aku pun terbakar oleh api kebijakanku sendiri,
Tapi aku bukan tamu yang tak tahu berterimakasih
Aku tak ingin menekurkan wajah-wajah gembira para pribumi itu
Dengan membangkitkan tangis pilu melepas pesona sang tamu terhormatnya.
Biarlah daratan ini menjadi persinggahan terakhirku
Karna aku pun telah menanam sebatang pohon harapan di tanah ini
Dan menunggu masa untuk memetik buah kasih abadi yang ku impi.

Namun bila prahara teka-teki Penguasa Alam memusnahkan harapan terakhirku
Dan bila ini juga ternyata bukan pelabuhan itu…, aku akan pulang,
Dan mengakhiri perjalanan panjang melelahkan tanpa hasil ini.
Alangkah baiknya bila ku perbaiki dan ku perindah pelabuhanku sendiri,
Karna aku percaya akan keadilan Sang Pencipta;
Keinsyafanku ‘tuk berangkat menuju dunia kebijaksanaan
Dan mengobati luka kedunguanku dengan ramuan introspeksi
Takkan dicampakkan Tuhanku ke dalam lemari besi ‘tidak peduli’-Nya.
Ia akan pertemukan aku dengan cinta sejatiku, sama baik atau buruknya denganku,
Suatu hari nanti….

Wahai yang masih berada dalam lingkaran kebingungan…
Ketidakadilan yang kau lempar jauh ke jurang kegelapan tak berujung,
Bagi Tuhanmu, bagaikan sebuah meteor jatuh menyala terang di malam kelam
Yang tiada pernah lupa Ia kembalikan dengan panah api Keadilan-Nya.
Benih Kesabaran yang kau tebar di ladang suburmu,
Suatu saat, akan tumbuh menjadi pohon pelindungmu dari serangan kepanasan
Karna panah api Keadilan Tuhanmu itu pun melebur menjadi pupuk Kasih Sayang.
Semoga perihnya sayatan pedang kebijaksanaanku dapat mengajarimu sesuatu.
Semoga kebodohanku tidak menimpa hari-hari mujurmu.
Semoga kekerasan hatiku tidak mengalir dalam darahmu.
Dan semoga bisa kau petik buah manis petualangan cintaku.”

Kemudian, si Pengembara Malang itu pun berlalu dari hadapanku.
Aku pun tercenung dan bersyukur kepada Rab-ku,
Betapa dalam hikmah yang Ia tunjukkan kepadaku.
Cinta memang sebuah rahasia besar Sang Maha Kuasa.
Cinta memang datang tanpa diminta, lewat dari pintu ‘tak terduga’.
Cinta sungguh sering hilang tanpa berita melalui jendela ‘tiba-tiba’.
Keanehan dan kerumitan cinta masih tetap misteri terindah-Nya.
Cinta harus hadir diiringi sahabat-sahabatnya;
Teman setia yang menghibur di kala duka
Sekaligus lawan abadi yang menyerang di suasana gembira.
Cinta memang tiada bisa hidup sendirian;
Tanpa kawan, ia merana dalam hantaman kehampaan,
Bersama mereka pun, ia tertekan dalam damainya keriaan.

Berapa banyak definisi cinta tercipta,
Dan tak terhitung pujangga menyusun kalimat untuknya,
Namun, adakah hakekat cinta itu di lidah manusia ?
Cinta yang murni itu turun dari haribaan Ilahi
Mewarnai kehambaran hidup para hamba-Nya di dunia,
Tidak peduli apakah mereka hamba setia atau durhaka-Nya.
Yang setia memeliharanya baik-baik dalam lembar rahasia hati
Memancarkan kehangatan cinta itu diam-diam dari sikap dan sorot matanya;
Ia paham, tak ada kepastian cinta di luar mahligai rumah tangga.

Yang durhaka menghadiahkan cinta itu pada kerakusan nafsunya
Tunggang langgang ia terhempas diterjang tangan-tangan kekecewaan;
Semoga suatu masa keinsyafan serupa menghinggapinya.
Dan ku teringat kembali nasib si Pengembara Malang,
Ku doakan ia menemukan pelabuhan Cinta Sejati-nya,
Ku doakan ia senantiasa teguh dalam pendirian dan keyakinannya
Dan ku doakan ia tetap tegar dalam kelembutan hatinya
Karna, yang ku tahu…
Lelaki yang baik memiliki kelembutan hati seorang wanita,
Dan wanita yang baik mempunyai keteguhan hati seorang pria.

Potret itu ! Aku belum melihat potret yang diberikannya.
Namun … alangkah kaget dan bingungnya aku, karna …
Itu adalah potret kekasihku … dan … aku ! ! !

Jawaban atas pertanyaanmu d...

Tanyamu
kalau kau tanya apa itu cinta
lihatlah dimataku
cinta telah meninggalkan jejak cahaya disana
kalau kau tanya kenapa bisa begitu
jawabnya adalah kamu
kalau masih ada pertanyaan kenapa harus kamu
terus terang..
aku tak tahu
karena kata-kata
tak sanggup lagi menenyampaikan isyarat hatiku

Cinta dan Pengorbanan

Cinta dan Pengorbanan

Ada sebuah kisah nyata yang sempat dipublikasikan media massa. Kisah cinta kasih dua sejoli berlainan agama, yang hanya karena tidak mendapat restu orang tua rela mengakhiri hidupnya di atas rel kereta. Berkorban demi cinta, katanya. Dan sudah berapa banyak gadis-gadis perawan rela menyerahkan kegadisannya kepada kekasih yang dicintainya, sekali lagi, hanya karena alasan cinta. Demi cinta, kurelakan segalanya, katanya. Itulah cinta yang salah arah dan haluan yang akhhirnya kebablasan. Sebuah pengorbanan yang hanya mendatangkan penyesalan, tidak hanya di dunia tapi juga di hari kemudian. Ya, berani bercinta memang harus berani berkorban untuk sesuatu yang dicintai. Tidak berani berkorban, maka janganlah jatuh cinta. Tidak pernah jatuh cinta, maka bukanlah manusia. Karena yang namanya manusia pasti merasakan cinta. "Manusia dihiasi oleh rasa cinta kepada wanita, anak-anak dst". (QS.: 3;14). Dan cinta di atas cinta tentunya hanya untuk Allah SWT., RasulNya dan jihad di jalanNya. (QS.:9;24).

Inilah contoh kisah cinta sejati dan pengorbanan hakiki yaitu kisah Ibrahim yang terukir dalam al-Qur?an. Setelah dia mengenal dan mengetahui siapa Tuhannya yang sesungguhnya, dia pun jatuh cinta kepadaNya (tak kenal maka tak sayang, kan). Dan Tuhannya pun berkenan menyambut cintanya dan menjadikannya sebagai kekasihnya (khalilullah). "Dan Allah mengambil Ibrahim sebagai kekasihNya" (QS:4;125). Dan karena Ibrahim as paham benar apa itu cinta dan segala konsekuensinya, maka dia siap berkorban untuk sesuatu yang dicintainya karena memang cinta butuh pengorbanan. Namun tidak tanggung-tanggung, Ibrahim as diminta untuk mengorbankan putra kesayangan satu-satunya, belahan hati yang bertahun-tahun ditunggu kehadirannya, tapi ia rela, karena memang yang memintanya adalah Tuhannya, Kekasihnya.

Itulah sekelumit kisah cinta antara seorang hamba dengan Tuhannya, sebuah kisah yang benar-benar menyanyat jiwa, membikin pilu di hati, tapi penuh dengan nilai-nilai Rabbani. Sebuah pengorbanan dari pemahaman akan cinta yang sangat mendalam kepada Tuhan Rabbal ?alam. Demikian pula yang pernah terjadi dengan Sumayyah ra, syahidah pertama dalam sejarah Islam. Ia rela mengorbankan jiwa raganya demi mempertahankan akidah yang dicintainya. Ali ra rela menjadi ganti Rasulullah SAW di tempat tidurnya sewaktu Rasul keluar untuk hijrah, padahal Ali tahu maut di depan mata mengancam jiwanya. Tapi demi Rasulullah SAW yang dicintainya, dia rela berkorban. Demikian halnya Abu Bakar al-Shiddiq ra yang rela tangan dan kakinya dipatok binatang-binatang berbisa, ketika berdua bersama Rasul di dalam gua, yang memang belum pernah terjamah tangan manusia. Dia tidak rela tubuh orang yang dicintainya dan dikasihinya tersentuh sedikitpun oleh binatang-binatang yang berbisa. Sebuah contoh pengorbanan yang tiada tara yang pernah dibuktikan pula oleh Rasul dan para sahabatanya, lewat perang-perang yang taruhannya hanyalah nyawa. Dan kini nilai-nilai pengorbanan ini pula yang dibuktikan lewat bom-bom istisyhad (bom-bom syahid) yang dilakukan muslimin Palestina. Mereka rela walau nyawa taruhannya karena mereka tidak ingin Islam yang dicintainya diinjak-injak zionis pembikin angkara murka di dunia.

Itulah cinta sejati, cinta hakiki, yang akan mendapat ridha ilahi rabbi. Cinta dan pangorbanan yang akan mendapatkan kenikmatan abadi di dalam surga nanti. Bandingkan dengan cerita di atas tadi. Sebuah gambaran cinta dan pengorbanan yang penuh birahi dan emosi. Sebuah pengorbanan yang tiada arti.

Ya, cinta memang butuh pengorbanan, tapi pengorbanan yang diridhai Tuhan.
Oleh Taisir, LcMahasiswa Pasca sarjana Universitas al-Azhar, Kairo.

Selasa, 02 Desember 2008

Puisi Untuk Cinta

Puisi Untuk Cinta

Aku takkan pernah mampu untuk berjanji
Menemani harimu hingga esok hari
Tapi jika kau terima, biarkan aku mencintaimu
Hari ini saja… dengan semua cinta yang kupunya

Aku bukanlah pengabulan dari doamu
di malam saat bintang jatuh
Tapi jika kau mau, aku dapat menjadi bintang
yang menerangi keindahanmu setiap malam

Aku takkan s’lalu bisa membahagiakan hati
Tak luput salah, mungkin ku juga menyakiti
Tapi jika kau ikhlas, cintaku takkan berbatas
Meski terkadang sakitimu, itu aku khilaf

Mencintaimu

Mencintaimu

Mencintaimu bukanlah sebuah pilihan
Sebab hati tak mampu berpikir seperti logika
Datang tiba-tiba… hasrat ingin selalu berdua
Mencintaimu adalah rasa yang indah

Mereka hanya bisa melarang tanpa mengerti
Mereka hanya menolak tanpa berpikir bijak
Mereka hanya tak mau tanpa menelusuri kedalaman batinku
Mereka hanya bisa berpikir menurut mereka

Mencintaimu adalah sebuah karunia
Meski kau ada dunia juga tak selalu indah
Mencintaimu bangkitkan semangat sepenuh jiwa
Hadapi hari-hari yang tak selalu cerah

Semoga kelak mereka mampu mengerti
Semoga kelak mereka dapat menjadi bijak
Semoga kelak terbuka hati nurani
Semoga kelak terbuka pintu bahagia seutuhnya

Aku memilihmu…

Aku memilihmu…
Untuk menemani di kala siang tak bermentari
Saat malam tak berbintang
Agar dapat terangiku dengan senyuman

Aku memilihmu…
Saat terik sinar menyengat dan membakar
Ketika bulan sabit atau purnama
Untuk temaniku menyusuri dunia

Aku memilihmu…
Dengan hati yang tak memilih waktu
Sepenuh cinta tanpa masa
Semenjak harap masih mendengung hampa

10 Alasan Mencintaimu

Aku butuh teman untuk melalui
Aku butuh kawan untuk berbagi

Aku butuh bayangan untuk mengikuti
Aku butuh mentari untuk menerangi

Aku butuh air untuk menyirami
Aku butuh pohon untuk meneduhi

Aku butuh pagi setelah gelap hari
Aku butuh tempat untuk kudiami

Aku butuh tersenyum setelah bersedih
Aku butuh hati untuk disayangi

Untuk itulah kuingin kau tetap disini
Hingga kelak kujadikan seorang istri

BEDA ANTARA SUKA, CINTA DAN SAYANG

BEDA ANTARA SUKA, CINTA DAN SAYANG

Dihadapan orang yang kau cintai,
musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah
Dihadapan orang yang kau sukai,
musim dingin tetap saja musim dingin hanya
suasananya lebih indah sedikit

Dihadapan orang yang kau cintai,
jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat

Dihadapan orang yang kau sukai,
kau hanya merasa senang dan gembira saja

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang
kau cintai, matamu berkaca-kaca

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang
kau sukai, engkau hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kau cintai,
kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam

Dihadapan orang yang kau sukai,
kata kata hanya keluar dari pikiran saja

Jika orang yang kau cintai menangis,
engkaupun akan ikut menangis disisinya

Jika orang yang kau sukai menangis,
engkau hanya menghibur saja

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan
rasa suka dimulai dari telinga
Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,
cukup dengan menutup telinga.

Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari
orang yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi
tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam
jarak waktu yang cukup lama.

"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta... ada
perasaan yang lebih mendalam.
Yaitu rasa sayang.... rasa yang tidak hilang
secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah.

Perasaan yang dapat membuat mu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.
Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.

Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin
melihat orang yang disayanginya bahagia..
walaupun harus kehilangan."

Senin, 01 Desember 2008

Entah

tak perlu kau merasa resahku
diriku
dan semua tentangku
berikan senyum yang terindah
karena hari ini sedang menanti senyum itu
tak ada keraguan didiriku
tak ada kegeklisahan didiriku dan
aku tegar setegar karang di lautan dan
kaupun harus demikian
berjalanlah
semua akan terbuka lebar dan akan baik-baik saja
sepertinya kita memang harus tersadar pada kenyataan
kamu dan aku
tak usah diperdebatkan...
tak usah dipusingkan
jalanilah kehidupan mu
dan akan ku jalani kehidupanku dan kita bahagia...........


Oleh : "Desta"

Persimpangan yang aneh

a dream

Jalan setapak saat ini membawaku
Menuju persimpangan yang menyakitkan
Dengan hati yang tak tentu arah
Ku terus berjalan

Hingga kutemukan cahaya diantaranya
Cahaya yang memberiku kehangatan
Untuk kali pertama ku tak tau
Siapa yang membawa cahaya itu?

Lalu ia lemparkan senyum
Saat itu aku tau itu dia
Jalan-pun semakin tegas menuntunku
Hingga ku lihat dinding
Dinding yang melebihi kami

Aku berlutut pada alam
Tolong robohkan!
Tapi dinding itu tak mau roboh
aku berharap
Aku memilikinya
“Memiliki”
“Dirinya yang tak’pernah kumiliki”
Oleh : "Desta"

Desta 'N all people

“Desta 'N all people”

Seraya berjalan di kehidupan
Menanti…berencana..…dan jalani
Tak ada yang pasti
Manusia hanya bisa berharap
berdoa
dan
berusaha

Dengan kekuatan yang ada
Belajar memahami hidup adalah diriku
Yang menginginkan kebahagiaan
Sedih dan senang adalah kajian kehidupan ku

Dan
CINTA bagian dari hidupku
Peduli dan tak peduli itu hak orang dan hak ku untuk mengerti
Aku hanya mengait dan berjalan
Menuju kehidupan yang ku pilih
Dapat atau tidak itu urusan ku

Aku hanya ingin kedamaian….
senang dan BAHAGIA
Tak peduli kata orang…...
yang aku dengar adalah hatiku
Hati yang tak pernah bohong

Hidup ku untuk berjalan diantara persimpangan dan berhenti berfikir
Melanjutkan dan mencari yang terbaik
Bagiku! tentu bagi diriku
Bukan siapa-siapa

Egois memang…
tapi aku punya hati!
yang selalu mengingatkanku
atas
prinsip kehidupan yang ku

GENGGAM

agar aku berpijar pada diriku seutuhnya
Agar aku menjadi sesuatu disini
Di
Duniaku dan duniamu
Diantara kehidupan
yang kadang tak mengerti kita

Oleh : "Desta"

Loves

Loves

Cinta” itu datang ketika aku melihatmu
ia datang menghampiriku lewat pandangan mataku untuk melihatmu
dan merasuk kehati ini
tanpa aku sadari dan tanpa aku mengerti
ia membawaku lewat berbagai perasaan yang tak pernah aku tau sebelumnya

Dan
Peraasan itu membawaku terhadapmu
atas segala yang aku tau
dan yang belum pernah ku tau

Menyelimutiku laksana kabut
dan membuat aku merasa bahagia
berada disisimu selalu untuk selamanya

Oleh : "Desta"

Just 4 U

Just 4 U

terkadang ku berfikir
aku wanita terhebat didunia
tapi aku sadar betul itu hanya hayalku
dan sering kuberfikir
kan ku kalahkan orang yang menghadangku
atau perasaan apapun yang membuatku sedih dan kalut
tapi……ternyata tidak

seorang Desta!
terkalahkan oleh perasaan
perasaan yang membuatnya gundah
padahal sudah ku kunci hatiku
atau
apa aku sengaja membukanya?
Tapi kenapa dia bisa merasuki hatiku
Yang melewati rongga-rongga di dalamnya
Hingga membuatku senang
Dan
Bahagia

Kenapa dia tau masih ada ruang di hatiku
Padahal aku tak bicara dengan siapapun
Dan
Dia telah memiliki ruang itu
sekarang
Tapi dia tak menempatinya
Hanya meninggalkan kenangan
Hingga ku berfikir Ia memiliki hatiku
Tapi tak memiliki diriku
dan itu membuatku menyayanginya sampai detik ini

Oleh : "Desta"

I hate this.....

Aku tak mengerti mengapa??
Apa?? Dan kenapa???
Setiap ku berhembus nafas kehidupan terasa sesak di jiwa ini
Ku ikuti alur tapi aku takut terjerumus

Ketika ku terdiam tapi aku merasa ini bukan aku!!!
Ketika masa itu mengaliri kehidupanku
Aku terasa sesak dan semuanya sungguh ku tak mengerti
Aku bertanya pada hatiku
Apakah aku mencintainya?? atau tidak???

Aku tak tau harus menjawab apa??? Aku sayang kamu
Tapi di hati kecil ini telah tertempati
Dan kau merasuki rongga-rongga jiwaku
Sehingga membuatku merasa

“TAK MENGERTI”

Setiap resah menghantuiku
Setiap jalan ku telusuri dengan perlahan nan hati-hati
Tapi ketika kuberfikir sejenak aku lelah!!!
Sengguh sangat lelah

Aku tak tau harus bagai mana??
Entah bagai mana ku keluar dari kisah ini?
Disisi lain aku senang tapi akupun lelah
Lelah berjalan tak tentu arah
Ku tahan sesak tapi tak terbendung

Oleh : "Desta"